RSS

STUDY KASUS TEORI ORGANISASI PADA SEKOLAH

01 Jun

Di suatu sekolah dasar terdapat murid ABK duduk di kelas 2.murid tersebut mengalami cacat mental di karenakan insiden pasca kecelakaan yang membuat murid tersebut mengalami sedikit gangguan mental yang sewaktu-waktu  dapat menganggu teman sebayanya.karena cacat yang di alaminya tidak begitu parah sehingga orang tuanya tetap menyekolahkan anaknya tersebut.Namun,keadaan berkata lain anak tersebut malah menjadi bahan gunjingan teman-temanya.Melihat keadaan tersebut,guru kelas mencoba memberitahu murid-muridnya agar tidak mengunjingnya lagi,tetapi muri-murid tetap saja melakukannya.Akhirnya dengan kata lain guru kelas melapor pada kepala sekolah selakyaknya seorang pemimpin di sekolah tersebut guna mengintruksikan agar orang tua wali anak tersebut didatangkan untuk mensosialisasikan kondisi itu.kepala sekolah dan para guru menyarankan agar anaknya di pindah k sekolah luar biasa (SLB) ,agar kondisi pendidikannya terpenuhi dan psikologisnya lebih baik,dalam arti anak tersebut tidak mempunyai beban mental.namun kali ini hal berkata lain juga,orang tuannya tidak mau memindahkan anaknya k SLB di karenakan gengsi dan malu.Berbagai saran dari para guru tetap di hiraukan oleh orangtuanya,melihat keadaan seperti ini apa yang di lakukan kepala sekolah agar murid ABK tersebut mendapatkan pendidikan yang tepat dan tidak menganggu teman-taman sebayanya.

PENYELESAIAN

Dengan melihat keadaan ini,kepala sekolah hendaknya mengambil tindakan untuk berkonsultasi pada guru SLB,dan setelah itu menyosialisasikannya pada orang tua anak tersebut dengan melihatkan secara fakta bagaimana dampak kalau cacat seperti itu di biarkan larut atau di anggap seperti anak-anak seperti biasa,padahal anaknya tersebut membutuhkan pendidikan tersendiri agar bisa mengimbangi kehidupan di masyarakat.tentunya kalau sosialisasi ini di lakukan secara rutin maka orangtuannya akan berfikir sendiri bagaimana anak tersebut kelak.

Disini,pemimpin menunjukkan sikap yang supportif pada bawahannya maupun stake holdernya.sehingga antara murid,guru,dan orangtua wali tidak ada miss komunikasi.kalau seumpama anak tersebut di biarkan tetap sekolah n campur pada anak biasa maka aln secara perlahan menganggu sistem pada organisasi yaitu sekolah itu sendiri.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 1, 2012 in ORGANISASI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: