RSS

hubungan kepemimpinan dengan budaya organisasi pendidikan

03 Jun

Dimensi kepemimpinan sering digunakan sebagai sebuah kajian yang menarik terutama terhadap keberhasilan pemimpin dalam suatu organisasi. Kompetensi kepemimpinan dapat diketahui dari keberhasilan seseorang dalam kepemimpinannya bagi pencapaian tujuan organisasi. Seorang pemimpin dituntut harus mampu membawa organisasi yang dipimpinnya memberikan kinerja yang berkualitas.

Kepemimpinan sendiri tidak dapat dilepaskan dengan proses berjalannya suatu organisasi publik. Menurut Hughes (1992), organisasi publik dibuat oleh publik, untuk publik, dan karenanya harus bertanggung jawab kepada publik. Berdasarkan pada pendapat ini, pemimpin organisasi publik diwajibkan memiliki akuntabilitas atas kinerja yang dicapai organisasinya. Pemimpin organisasi publik juga harus bekerja untuk tujuan utama organisasi publik yaitu memberikan pelayanan dan mencapai tingkat kepuasan pelanggan seoptimal mungkin.

Terlebih pada konstruk kepemimpinan itu sendiri dalam budaya organisasional sangat mempengaruhi pertumbuhan organisasi. Menurut Hemhill & Coons (1957) kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal). Pandangan lain mengatakan bahwa kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan struktur dalam harapan dan interaksi (Stogdill, 1974). Rauch dan Behling (1984) menggagas pengertian kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan. Sedangkan Hosking (1988) berpendapat bahwa para pemimpin adalah mereka yang secara konsisten memberi kontribusi yang efektif terhadap orde sosial dan yang diharapkan dan dipersepsikan melakukannya.

Keberhasilan suatu budaya organisasi tergantung bagaimana pola kepemimpinan dalam memimpin suatu organisasi. Budaya organisasi dapat dikatakan sehat jika pemimpin dapat mengayomi bawahan serta mengambil keputusan secara objektif. Budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai-nilai (values) organisasi yang difahami, dijiwai dan dipraktikkan oleh organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi.

Dengan begitu kepemimpinan seseorang mempunyai hubungan erat dalam suatu organisasi dengan adanya budaya yang diciptakan. Tak menutup kemungkinan kemimpinan seseorang menciptakan value atau nilai pada sesorang yang menjadi bawahan atau pengikutnya, sehingga pemimpin dihargai oleh bawahan. Begitu pula budaya organisasi menjadi value atau nilai yang diciptakan oleh pelanggan atau karyawan pada organisasi tersebut.

Dalam bidang pendidikan kepemimpinan memegang peran utama dalam keberhasilan suatu organisasi pendidikan seperti sekolah, lembaga – lembaga pendidikan, dll. Sehingga kepemimpinan mempunyai hubungan yang sangat erat dalam menciptakan budaya dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2012 in ORGANISASI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: